Breaking News
Home / info / Bomena Tradisi Berburu Perempuan Di Bhutan

Bomena Tradisi Berburu Perempuan Di Bhutan

Tradisi saat memilih pacar? Wahh sangat unik bukan? Di zaman seperti ini apakah masih ada tradisi dalam memilah milih pacar? Di zaman serba canggih saat ini mungkin sangat sulit bagi kita untuk melihat ataupun mendengar yang nama nya tradisi memilih pacar. Saat seperti ini orang sangat mudah untuk berkenalan dan memilih orang yang ingin mereka jadi kan pendanmping hidup (bagi yang mau). Selain karena faktor sekolah yang banyak memiliki teman ataupun teman yang sudah lama kenal. Saat ini sudah banyak aplikasi yang bisa berkenalan dengan orang yang tak dikenal ataupun orang yang sangat jauh sekalipun, seperti Facebook, Twitter dan aplikasi lainnya. Namun, apakah kamu tahu dengan tradisi kuno yang sangat aneh pada zaman dahulu? Tradisi aneh ini memang sudah lama di tinggal kan oleh masyarakat yang penganut tradisi ini, dikarenakan zaman yang semakin modern. Tradisi kuno ini sangat membahayakan namun penuh dengan tantangan. Tradisi apakah yang dimaksud? kamu penasaran dan ingin tau tradisi ini? yuk, simak cerita tentang tradisi Bomena di Bhutan.

“Berburu Perempuan” Tradisi Bomena di Bhutan

Di Bhutan, ada tradisi ‘berburu’ perempuan yang dikenal dengan tradisi Bomena. Tradisi yang sudah berlangsung lama ini tujuannya untuk mencari jodoh dan ajang saling mengenal bagi para pasangan. Tapi seiring waktu, praktik ini menjadi ajang seks bebas. Dan yang terlibat ‘perburuan’ gadis-gadis muda ini bukan hanya remaja pria, tapi kadang laki-laki dewasa.

Tradisi ‘Bomena’ ini memungkinkan para remaja pria berhubungan seks dengan gadis remaja yang tidak dikenalnya. Para ‘pemburu’ ini ‘berburu’ di malam hari secara bergerombol. Mereka menyisir rumah-rumah tempat tinggal para gadis terutama di pedesaan. Bila sudah menemukan rumah yang dipilih, salah seorang remaja pria akan berusaha masuk rumah dan kamar sang gadis dengan diam-diam. Dia akan bermalam di kamar si gadis dan pergi sebelum ayam jago berkokok dan keluarganya bangun.

Tidak semua ‘perburuan’ berjalan sukses. Ada remaja pria yang salah menentukan kamar tidur gadis incarannya sehingga salah masuk kamar. Bisa juga cara masuk yang berisik membuat keluarga sang gadis terbangun dan si ‘pemburu’ harus kabur. Jika seorang pria tertangkap saat sedang melakukan aksinya, si pria harus menikahi gadis itu atau tinggal bersama sang gadis. Biasanya sang pria akan bekerja di ladang untuk membayar perbuatannya.

Dari ‘perburuan’ itu tidak sedikit remaja perempuan yang hamil dan menikah di usia muda. Dan tidak sedikit pula yang ditinggalkan dalam keadaan hamil. Tapi tidak ada stigma yang melekat pada para gadis yang hamil muda ini. Mereka akan mencari pria lain yang mau menerima dia dan anak yang dikandungnya.

Praktik ini mulai ditinggalkan di Bhutan ketika terjadi arus urbanisasi dan masuknya norma sosial baru dari luar desa. Keluarga-keluarga yang punya anak perempuan memalang pintu dan jendela rumah mereka dengan palang baja dan kunci logam sehingga tidak mudah dimasuki. Para remaja Bhutan mulai menerapkan gaya berpacaran yang lebih terbuka di tempat umum. Selain itu, pemerintah juga membuat aturan yang mewajibkan pencantuman nama ayah bagi anak yang mau masuk sekolah. Tujuannya untuk meminimalisir praktik ini dan melindungi perempuan.

Check Also

Ngeri,Kejadian Tak Terduga Yang Terjadi Di Toilet

Cerita yang akan mimin berikan kali ini mungkin akan terlihat seperti legenda, tetapi kisah tentang …