Breaking News
Home / info / Inilah Kondisi Psikologis Di Balik Mimpi Buruk

Inilah Kondisi Psikologis Di Balik Mimpi Buruk

Mimpi adalah sesuatu yang dialami atau terlihat pada saat tidur. Ada mimpi yang bersifat menakutkan (mimpi buruk) seperti dikejar oleh penjahat atau berpisah dengan orang yang dicintai, ada juga mimpi yang menggembirakan seperti tercapai cita-cita atau mendapatkan sesuatu yang diinginkan (mimpi baik). Setiap orang pasti pernah mengalami mimpi saat tidur baik itu mimpi manis ataupun mimpi buruk. Jadi, Mengapa manusia bisa mengalami mimpi pada saat tidur?

Pada saat kita tidur, sebagian besar Sel Otak kita dalam keadaan istirahat. Tetapi masih juga ada sebagian sel saraf yang berada dalam kondisi bekerja. Oleh karena itu, timbullah mimpi saat kita sedang tidur. Mimpi sebenarnya tidak lepas dari aktivitas kehidupan kita sehari-hari dan biasanya berkaitan dengan kesan dan pengalaman pribadi kita sendiri ataupun pengaruh dari lingkungan luar seperti cerita pada Novel maupun adegan drama yang pernah kita tonton lewat Televisi dan Film.

Ada juga Mimpi yang diakibatkan oleh rangsangan organ tubuh kita seperti menahan kencing saat tidur akan mengakibatkan munculnya mimpi-mimpi yang berkaitan dengan Toilet (WC). Contoh lain terjadinya mimpi seperti Orang akan sering mimpi pacarnya saat berpacaran, Saat memiliki keinginan yang kuat untuk pergi ke suatu lokasi ataupun keinginan untuk memakan sesuatu, maka biasanya keinginan-keinginan tersebut akan dapat tercapai dalam mimpi. Sebaliknya, jika kita menonton film horror sebelum tidur, kemungkinan akan munculnya mimpi-mimpi yang menakutkan saat kita dalam kondisi tidur.

Oleh Karena itu, seorang Psikolog dari Austria yang bernama Sigmund Freud berpendapat bahwa Mimpi merupakan “Pencapaian atas suatu Keinginan”. Menurut penelitian para ilmuwan, rata-rata manusia menghabiskan ¼ (seperempat) waktu tidurnya dalam mimpi. Jika mengalami waktu mimpi yang lama (lebih dari 1/4 waktu tidur), maka kita akan merasa lelah setelah bangun tidur. Lalu, bagaimana jika itu mimpi buruk? Apakah itu suatu Pencapaian atas suatu Keinginan? dan bagaimana dengan kondisi psikologis bila terjadinya mimpi buruk?

Bagaimana Kondisi Psikologis Di Balik Mimpi Buruk ?

Mimpi buruk adalah kondisi yang mana hal tersebut menyebabkan seseorang diliputi dengan perasaan takut, cemas, tertekan, bahkan perasaan diteror oleh hal diluar dirinya. Kondisi tersebut biasanya seirngkali terjadi di saat malam hari. Seseorang yang mengalami mimpi buruk dalam tidurnya, biasanya akan terbangun seketika. Pada orang dewasa, mimpi buruk terjadi disebabkan oleh beberapa faktor yang meliputinya, diantaranya adalah sebagai berikut;

  • Stres
  • Kurang Tidur
  • Trauma
  • Efek samping dari obat-obatan seperti antihipertensi, antidepresan.
  • Menderita gangguan tidur
  • Menderita gangguan yang sifatnya psikologis, misalnya saja gangguan kecemasan

Diagnosis Mimpi Buruk

Mimpi buruk intensitas terjadinya biasanya di saat malam hari. Dampak dari mimpi buruk ini berimbas pada penurunan kuaitas tidur walaupun hal tersebut tak membahayakan secara fisik. Meskipun begitu, mimpi buruk juga dapat menjadi hal yang berbahaya apabila seseorang mengalaminya hampir setiap hari. Menurunya kualitas tidur yang terjadi terus menerus dan berulang, pada akhirnya dapat berdampak pada kesehatan seseorang. Oleh sebab itu, apabila hal ini terjadi secara berulang dalam rentetan waktu yang hampir beruntun segeralah untuk menemui psikolog terdekat. Dan apabila sampai pada taraf membutuhkan pengobatan secara obat-obatan bisa datang ke psikiater.

Penyebab mimpi buruk

Mimpi buruk dapat disebabkan karena keadaan emosi yang tidak stabil. Jika anda berada di bawah tekanan, depresi, dan stres, anda mungkin akan mengalami mimpi buruk. Pengalaman trauma, kegagalan atau frustrasi yang mengganggu kondisi mental dan perasaan seperti ini membayang pada impian anda.

Penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka panjang, dapat menyebabkan anda untuk mengalami mimpi buruk. Obat penenang dan antidepresan bisa menjadi alasan di balik mimpi buruk.

Anda mungkin mengalami mimpi buruk karena kadar dopamin yang rendah dalam otak. Meningkatkan asupan vitamin B merupakan salah satu cara untuk mengatasinya. Apa yang anda makan sebelum tidur mempunyai peran besar dalam kualitas tidur anda. Konsumsi makanan pedas atau berlemak sebelum tidur juga dapat menyebabkan mimpi buruk. Konsumsi kafein dan stimulan lainnya sebelum tidur dapat meningkatkan kemungkinan penyebab mimpi buruk yang menakutkan.

Menurut studi, orang-orang yang mengalami mimpi buruk rentan terhadap fantasi dan lebih sering untuk berpikir negatif. Orang-orang yang memiliki kekuatan imajinatif yang tinggi berada pada risiko lebih besar mengalami mimpi buruk. Penyebab mimpi buruk dapat disebabkan dari trauma di masa lalu, seperti halnya rasa trauma pada korban perkosaan akan sering mengalami mimpi buruk.

Demikian pula, kejadian yang menakutkan, misalnya menyaksikan pembunuhan, kecelakaan yang terjadi atau melihat darah dapat menyebabkan gangguan tidur dan juga mimpi buruk yang mengerikan. Menonton film horor, mendengar dan membaca cerita setan, dapat menyebabkan mimpi buruk, terutama pada usia anak-anak.

Penanganan Mimpi Buruk

Jika seorang anak yang mengalami mimpi buruk, maka cobalah untuk menenangkannya dan membuat sang anak senyaman mungkin. Berilah petunjuk sang anak untuk melakukan metode terapi sederhana, yaitu dengan cara relaksasi mandiri. Bimbing ia untuk menarik napas dalam-dalam sembari menghembuskannya secara perlahan. Ulangi beberapa kali hingga ia tenang dan relaks.

Setelah situasi telah dapat dikendalikan, maka mintalah anak untuk menceritakan kembali mimpinya yang ia ingat. Lantas berilah pengertian secara perlahan, bahwasanya hal tersebut tidak nyata, dan tidak akan menyakiti ia lagi. Hibur ia dan berkreasilah dengan menceritakan mimpi buruk dari sudut pandang yang tidak menakutkan. Dengan begitu sang anak memiliki penguatan dan keberanian dan menganggap sosok makhluk yang ada dalam mimpinya adalah sosok yang tidak jahat.

Penanganan Mimpi Buruk Orang Dewasa

Pengobatan mimpi buruk untuk orang dewasa diperlukan apabila kondisi tersebut telah pada sampai taraf yang mengganggu aktifitas dan kesehatan.

Jika mimpi buruk anda terjadi sesekali (dalam hal ini bukan disebabkan oleh gangguan berat ex: mengalami secara beruntun dalam kurun waktu 2 bula) cobalah untuk melakukan beberapa teknik-teknik meredakan stress. Anda dapat mendengarkan lantunan instrumental musik yang tenang, mengatur nafas, hingga berdoa.

Untuk penanganan mimpi buruk yang telah parah dalam hal ini telah menyentuh pada gangguan psikologis datanglah konsultasi pada psikolog. Biasanya sang psikologi akan membantu anda dengan melakukan terapi citra atuapun imagery rehearsal therapy (IRT) yang mana hal tersebut bertujuan untuk menurunkan frekuensi dari mimpi buruk yang anda alami. Pada terapi tersebut, para penderita akan diingatkan kembali pada mimpi buruk yang dialaminya tersebut dalam kondisi keadaan sadar.

Penceritaan ulang tersebut di bimbing oleh sang psikolog pada akhir cerita yang menyenangkan dalam mimpi tersebut. Kemudian Anda disarankan untuk melakukan pengulangan cerita tersebut di pikiran anda. Kegiatan ini akan berhasil, jika Anda mengikuti step yang dianjurkan oleh psikolog tersebut.

Check Also

Pekerjaan Aneh Di Jepang Yang Bergaji Tinggi

Seperti yang kita semua tahu Jepang adalah negara yang sangat indah akan tetapi dibalik keidahannya …