Breaking News
Home / info / Sensoji Kuil Buddha Tertua Di Tokyo, Jepang

Sensoji Kuil Buddha Tertua Di Tokyo, Jepang

Kuil Buddha paling tua di Tokyo, Jepang adalah Kuil Sensoji dan nama kuil ini juga populer dengan nama Kuil Asakusa. Kuil Sensoji tidak terlalu jauh dari statiun Asakusa dan sangat ramai dikunjungi wisatawan. Ada lebih dari 30 juta wisatawan baik turis domestik maupun internasional setiap tahunnya yang berwisata ke kuil ini. Kuil Sensoji merupakan tempat yang cukup terkenal di Tokyo yang difokuskan tempat berlangsungnya festival terkenal yaitu Matsuri yang adalah merupakan Festival Shinto yang berlangsung sekitar 3-4 hari pada penghujung musim semi dan terlihat adanya penutupan lalu lintas jalanan dari fajar sampai larut malam.

Legenda dibalik Kuil Sensoji

Pada suatu waktu adalah dua orang bersaudara yang bermaksud untuk memancing di sungai dan tiba-tiba mereka memancing patung Kannon, (dewa kemurahan) yang muncul keluar dari Sungai Sumida. Dan setiap kali mereka bermaksud untuk mengembalikan patung tersebut ke dalam sungai, patung tersebut kembali ke permukaan. Itulah sebabnya mengapa Kuil Sensoji, dibangun untuk dewa Kannon dan ini terjadi pada sekitar tahun 628. Kuil pun selesai dibangun pada tahun 645 dan menjadikannya menjadi kuil tertua yang ada di Tokyo, Jepang.

Kuil Sensoji juga merupakan pusat pengembangan budaya Edo dan masih ada sampai sekarang. Berbagai acara musiman berlangsung disini termasuk pasar Hozuki (Lentera tanaman Cina) dan pasar Hagoita (kayu dayung). Lenteraa paling besar ada di Gerbang Kaminarimon (Guntur) dan sangat terkenal di seluruh Jepang. Gerbang Hozomon dari Kuil Sensoji terdiri lentera yang terbuat dari kertas merah yang besar dan sangat terkenal. Kemegahan struktur candi memiliki lentera kertas besar yang dicat cair merah-hitam. Kaminari-mon tediri dari dua dewa pelindung yang mana di sebelah kiri bernama Dewa Raijin yang disebut sebagai Dewa Guntur dan Dewa Fujin di sisi kanan yang merupakan Dewa Angin.

Lokasi Dari Kuil Sensoji

Di dalam kuil utama, Kannondo Hall, pengunjung dapat berdoa dengan cara mengatupkan kedua tangan (seperti posisi berdoa dalam ajaran Buddha) di depan patung Dewi Kannon, sambil mengucapkan kalimat “Namu kanzeon bosatsu” yang kurang lebih berarti “Saya memercayai Bodhisattva Kannon”. Pengunjung akan melihat lukisan-lukisan kuno, seperti naga dan seorang dewi di atap kuil.

Dari Kannondo Hall kita dapat berjalan mengitari kompleks kuin Sensoji yang memiliki banyak bangunan yang tersebar dalam beberapa blok dan semuanya menarik untuk dikunjungi, karena tiap bangunan memiliki fungsi dan sejarah yang berbada. Misal Yakushido hall yang dibangun pada 1649 dan Yogodo Hall bagi penganut Bodhisattva Kannon. keduanya di blok kanan. Selanjutnya kita dapat mengirtari ke belakang Kannondo Hall dan melihat Nitenmon Gate yang berada di sebelah timur kuil Sensoji. Kita dapat keluar dari pintu ini atau kembali ke halaman utama kuil.

Dalam Bait kuil terdapat berdiri megah lima pagoda dan ruang utama dikhususkan untuk Kannon Bosatsu. Berjarak sekitar 200 meter, Anda akan menemukan Nakamise yang merupakan jalan perbelanjaan terkemuka dari Gerbang Guntur Kuil Sensoji sendiri. Ini searah dengan toko-toko souvenir mulai dari T-shirt, Kimono, gulungan Buddha, permen tradisional, pernak-pernik ponsel, dll dan semua toko-toko ini sendiri merupakan bagian dari tradisi dalam kehidupan dengan menjualnya kepada kepada peziarah yang berjalan ke Sensoji. Daerah sekitarnya memiliki banyak toko-toko tradisional dan tempat-tempat makan yang menampilkan hidangan tradisional seperti mie buatan sendiri, sushi, tempura, dll.

 

Kendaraan Jinrikisha Dan Wisata Kuliner

Yang menarik di Asakusa lainnya adalah Jinrikisha yaitu sebuah becak yang ditarik oleh orang yang akan mengantarkan kita mengelilingi Asakusa dengan penjelasan dari setiap tempat nya oleh penarik becak nya. Becak disini tidak sama dengan becak yang berada di Indonesia, di Indonesia becak memiliki 3 roda dan di kayuh seperti sepeda sedangkan di Asakusa becak nya lebih mirip delman dengan 2 roda besar dan seorang berdiri didepan menarik serta menahan becak agar tidak jatuh. Maka dari itu kebanyakan penarik becak di Asakusa di dominasi oleh laki laki yang berotot dan masih muda. Untuk tarif nya berkisar antara 3000 sampai 6000 yen.

Sedangkan untuk wisata kuliner nya di dalam kompleks Kuil Sensoji banyak terdapat pedagang asongan yang menjajakan panganan khas Jepang seperti Takoyaki, Yakitori, Karage dan lain sebagai nya. Tepat nya para pedagang ini berada di sebelah kanan Hondo atau bangunan utama Kuil Sensoji dekat dengan pintu keluar. Nah di pintu keluar ini juga terdapat berbagai kedai makanan salah satu nya Ramen Halal yang di jual oleh salah satu muslim Jepang dengan nama kedai nya yaitu Naritaya. Untuk 1 porsi Ramen Halal termurah sekitar 700 yen dan berbagai macam Ramen halal lainnya dengan harga yang bervariatif.

Akses Menuju Kuil Sensoji

Asakusa Station adalah stasiun terdekat menuju Kuil Sensoji ini. Banyak cara untuk menuju Asakusa Station ini di antara nya jika kita berangkat dari Tokyo Station kita bisa menggunakan JR Keihin Tohoku Line menuju Kanda Station dilanjutkan dengan Ginza Line menuju Asakusa Station dengan harga tiket 310 yen dan waktu tempuh sekitar 17 menit saja. Jika kita dari Shinjuku Station kita bisa menggunakan JR Chuo Line turun di Kanda Station juga dan kemudian di lanjutkan dengan Ginza Line. Waktu tempuh sekitar 27 menit dengan harga tiket sekitar 340 yen.

Check Also

Bingung Bagaimana Memberi Pendidikan Seks pada Anak? Inidia Caranya

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa anak-anak cenderung memiliki tingkat rasa ingin tahu yang sangat …