Breaking News
Home / Pengetahuan / Kerajaan Besar Hindu Di Indonesia Dan Peninggalannya

Kerajaan Besar Hindu Di Indonesia Dan Peninggalannya

Cerita tentang sejarah di Indonesia pasti tidak ada habis nya. Banyak sejarah yang terdapat di negeri tercinta ini. Mulai dari masuk nya Islam ke Indonesia, kerajaan-kerajaan Hindu-Budha hingga pada masa penjajahan. Tetapi kali ini saya akan membahas mengenai sejarah kerajaan Hindu di Indonesia. Saat duduk di bangku SMA/SMK kita pasti mempelajari tentang sejarah kerajaan-kerjaan yang ada di Indonesia. Mungkin saat ini kamu tengah duduk di bangku Sekolah Menengah Atas atau sedejarat dan saat ini juga lagi belajar tentang kerajaan Hindu beserta peninggalannya dan sulit untuk mencari apa saja peninggalan yang ditinggal kan di Indonesia pada masa kerajaan Hindu. Berikut ini saya akan memberikan daftar kerajaan-kerajaan Hindu beserta peninggalan nya di Indonesia.

1. Kerajaan Kutai

Kerajaan bercorak Hindu di Indonesia yang pertaman adalah Kerajaan Kutai .Kerajaan ini terletak di daerah Muara Kaman, di sekitar tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Kerajaan Kutai adalah kerajaan Hindu tertua yang pernah ada di Indonesia, didirikan oleh Kudungga pada masa abad ke-4 M. Bukti berdirinya Kerajaan Kutai adalah dengan ditemukannya yupa. Yupa merupakan tiang batu untuk mengikat hewan korban yang akan dipersembahkan oleh para brahmana. Yupa ditulis dalam huruf Pallawa dan berbahasa Sanskerta.

Berdasarkan apa yang tertulis dalam yupa, raja Hindu pertama di Kerajaan Kutai bernama Aswawarman. Ini bisa dibuktikan akan gelar yang dimilikinya, yaitu wangsakerta atau pendiri keluarga kerajaan (dinasti). Dari tulisan yang ada pada yupa tersebut dapat disimpulkan adanya 3 generasi. Sisilah dimulai dari Kudungga yang memperanakkan anak bernama Aswawarman.

Aswawarman memiliki tiga anak, satu di antaranya bernama Mulawarman. Pada saatpemerintahan Mulawarman, Kerajaan Kutai berhasil berkembang menjadi sebuah kerajaan besar. Hal ini terlihat dari prasasti yang ditemukan. Bukti kebesarann dapat ditunjukkan sebagai berikut.

  1. Raja menggelar upacara waprakeswara (sebidang tanah suci) setiap tahunnya.
  2. Raja memberikan hadiah kepada para brahmana berwujud tanah, ternak, dan emas dengan adil.

Mulawarman memerintah kerajaan Kutai dengan bijaksana. Pada masa pemerintahannya, rakyat hidup makmur. Sebagai bentuk ucapan terima kasih, rakyat melakukan seperti berikut.

  1. Mengadakan kenduri keselamatan raja.
  2. Membuat prasasti/ yupa yang berisi tulisan tentang raja mereka.

Para brahmana turut membangun sebuah batu bertulis. Hal ini sebagai bentuk ungkapan terima kasih kepada Raja Mulawarman. Raja telah memberikan hadiah kepada mereka seperti minyak kental, lampu, dan lembu sebanyak 20.000 ekor.

Peninggalan sejarah dari Kerajaan Kutai yang bercorak kerajaan Hindu antara lain:

  • Tujuh yupa yang diketemukan sekitar Muara Kaman pada 1879 dan 1940.
  • Kalung Cina erbuat dari emas.
  • Arca bulus.
  • Arca Buddha dari perunggu.
  • Arca batu.

2. Kerajaan Singosari

Kerajaan bercorak Hindu berikutnya adalah Kerajaan Singasari. Kerajaan ini didirikan oleh Ken Arok. Pada mulanya, Ken arok adalah Akuwu Tumapel, ia membantu para brahmana Kediri melawan Raja Kertajaya. Setelah menang perang, Kerajaan Kediri dan Tumapel akhirnya bergabung. Maka muncul kerajaan baru, Kerajaan Singasari. Raja yang memerintahantara lain:

– Ken Arok (1222–1227)

Kemenangan Ken Arok atas Kertajaya membuat dirinya terkenal dan harum. Raja pertama Kerajaan Singasari adalah Ken Arok. Ia diberi gelar Sri Rajasa Batara Sang Amurwabhumi. Ken Arok membuat sebuah dinasti baru bernama Girindrawangsa. Ken Arok menganggap bahwa dirinya adalah keturunan Dewa Syiwa.

Sebagai raja, masa lalu Ken Arok sangatlah buruk. Ia membunuh Mpu Gandring dan Tunggul Ametung. Bahkan, ia juga memperistri Ken Dedes (istri Tunggul Ametung). Pada masa itu, Ken Dedes sedang mengandung anak dari Tunggul Ametung. Janin tersebut setelah lahir bernama Anusapati.

Perkawinan Ken Arok dengan Ken Dedes memiliki tiga anak. Ada Mahisa Wong Ateleng, Panji Saprang, Panji Agnibaya, dan Dewi Rimbu. Perkawinan Ken Arok dengan Ken Umang memiliki empat anak. Masing-masing bernama Panji Tohjaya, Panji Sudhatu, Panji Wrengola, dan Dewi Rambi.

Perlakuan Ken Arok terhadap Anusapati berbeda dengan anak yang lain. Anusapati menjadi curiga. Anusapati bertanya kepada orang di sekitarnya. Anusapati mengetahui bahwa Ken Arok yang membunuh ayah kandungnya. Lalu Anusapati membunuh Ken Arok dengan menggunakan keris Mpu Gandring. Dengan tewasnya Ken Arok, berakhirlah kekuasaannya di Singsari.

Beberapa peninggalan masa kebesaran Singasari antara lain:

  1. Candi Jago/Jajaghu, sebagai ma-kam Wisnuwardhana,
  2. Candi Singasari dan Candi Jawi, sebagai makam Kertanegara,
  3. Candi Kidal, sebagai makam Anusapati,
  4. Patung Prajnaparamita, sebagai perwujudan Ken Dedes.

3. Kerajaan kediri

Kerajaan Kediri terletak di tepi sungai Brantas, Jawa Timur, beribu kota di Daha. Raja yang pernah memerintah Kerajaan Kediri adalah Bameswara, Jayabaya, Sarweswara, Aryyeswara, Gandra, Kameswara, dan Kertajaya. Raja Bameswara memerintah tahun 1115 – 1130. Ia dikenal sebagai Raden Panji Asmarabangun dan permaisurinya Sri Kiranavatu atau Dewi Candra Kirana. Ia menetapkan lambang kerajaan berupa Candrakapala (tengkorak bertaring). Kisah perjalanan hidup tersebut ditulis oleh Mpu Darmaja dalam kitab Smaradahana. Kediri mencapai puncak kejayaan pada masa Jayabaya yang terkenal dengan ramalannya. Karya sastra dan pujangga yang terkenal adalah Mpu Sedah dan Mpu Panuluh dengan Kitab Bharatayuda, Kitab Hariwangsa, dan Kitab Gatutkacasraya.

Peninggalan sejarah Kerajaan Kediri:

  • Prasasti Pandeglang
  • Prasasti Penumbangan
  • Prasasti Hantang
  • Prasasti Talan
  • Prasasti Jepun
  • Prasasti Kahyunan
  • Prasasti Weleri
  • Prasasti Angin
  • Prasasti Semanding.

Selain itu juga ada Kitab Smaradahana, Bharatayudha, Hariwangsa, Gatotkacasraya, dan Sumanasantaka. Raja Kediri yang terakhir adalah Kertajaya yang memerintah sampai tahun 1222 Masehi. Kertajaya dikalahkan oleh Raja Ken Arok, yang menandai berakhirnya kekuasaan Kediri.

4. Kertanegara (1268–1292)

Kertanegara menduduki tahta kerajaan dengan bergelar Sri Maharajadiraja Sri Kertanegara. Pada masa pemerintahannya, Singasari mencapai puncak keemasan. Kertanegara seorang raja arif dan bijaksana. Kertanegara bercita-cita mempersatukan seluruh Nusantara dan menjadikan Singasari sebagai sebuah kerajaan besar. Cita-cita Kertanegara tersebut dikenal Cakrawala Mandala. Untuk mewujudkan cita-citanya, Kertanegara melakukan usahausaha sebagai berikut.

  • Mengganti sejumlah pejabat pemerintahan yang kurang mendukung cita-cita besarnya.
  • Mempembarui sistem pemerintahan. Ia membentuk penasihat raja yang terdiri atas Rakyan I Hino, Rakyan I Sirikan, dan
  • Rakyan I Halu. Ia juga membentuk pejabat tinggi yang terdiri Rakyan Mahapatih, Rakyan Demang, dan Rakyan Kanjuruhan.
  • Menaklukkan beberapa wilayah, antara lain Bali, Sunda, Pahang, Kalimantan Barat, dan Maluku, serta melakukan ekspedisi Pamalayu ke Sriwijaya.
  • Mempererat hubungan dengan luar negeri, seperti dengan negara Campa.

Semasa Kertanegara berkuasa, kekaisaran Cina giat memperluas wilayah kekuasaan. Singasari termasuk wilayah yang ingin ditaklukkan. Kaisar Kubilai Khan mengirim seorang utusan kepada Kertanegara. Tujuannya agar Singasari mau mengakui kekuasaan Kubilai Khan. Kertanegara dengan tegas menolak permintaan itu. Akibatnya, Kubilai Khan sangat marah dan mendatangkan pasukan dari Cina. T1292 M, pasukan Singasari dikerahkan menghadapi kekuatan bangsa Cina.

Secara bersamaan, datang serangan dari Kediri dipimpin oleh Jayakatwang. Kertanegara membagi pasukannya. Pasukan dipimpin oleh menantunya, yaitu Raden Wijaya dan Ardaraja (anak Jayakatwang). Namun, pasukan Ardaraja justru berbalik membantu Jayakatwang (ayahnya) dan menyerang Singasari, dan Singasari mengalami kekalahan. Jayakatwang berhasil membunuh Kertanegara. Kertanegara dikubur di Candi Singasari. Lalu, bagaimana nasib

Raden Wijaya bersama pengikutnya, yaitu Ranggalawe, Sora, dan Nambi menyelamatkan diri ke Madura. Raden Wijaya memanfaatkan kedatangan bangsa Cina dalam menyerang Jayakatwang. Raden Wijaya menghasut para pasukan Cina. Ia mengatakan bahwa Jayakatwang adalah Kertanegara yang mereka cari. Pasukan Cina menyerang Jayakatwang. Terbunuhnya Jayakatwang mengakhiri riwayat Kerajaan Singasari.

5. Kerajaan maja pahit

Kerajaan Majapahit terletak di selatan Sungai Brantas yang berpusat di Trowulan, Mojokerto. Didirikan oleh Raden Wijaya tahun 1294, yang bergelar Kertarajasa Jayawardhana. Raden Wijaya adalah keturunan dari Kertanegara yang dibunuh oleh Jayakatwang. Atas bantuan Wiraraja dari Madura, ia dipercaya Jayakatwang dan dihadiahi tanah di Hutan Tarik, kemudian diberi nama Majapahit. Kertarajasa memerintah dengan bijaksana sampai wafatnya tahun 1309 M, kemudian digantikan oleh Jayanegara.

Semasa pemerintahan Jayanegara, keadaan menjadi kacau dan sering terjadi pemberontakan, seperti pemberontakan Ranggalawe (1309), pemberontakan Sora (1311), pemberontakan Nambi (1316), dan pemberontakan Kuti (1319). Pada tahun 1328, Jayanegara wafat dan digantikan oleh adiknya yaitu Bhre Kahuripan atau dikenal dengan gelar Tribhuwana Tunggadewi Jayawisnuwardhani. Pada tahun 1350, beliau turun tahta dan digantikan oleh putranya yaitu Hayam Wuruk. Puncak kejayaan Kerajaan Majapahit adalah semasa Raja Hayam Wuruk dan patihnya Gajah Mada. Hayam Wuruk artinya ayam muda, karena naik tahta pada waktu usianya masih muda (umur 16 tahun) dan bergelar Rajasanegara.

Cita-cita Gajah Mada ingin mempersatukan wilayah Nusantara diucapkan dalam Sumpah Amukti Palapa. Gajahmada seorang ahli hukum, dia menyusun Kitab Kutara Manawa, yang berisi tentang tata pemerintahan dan perang. Gajah Mada wafat tahun 1364 M dan Hayam Wuruk wafat pada tahun 1389 M. Kerajaan Majapahit mendapat sebutan sebagai kerajaan maritim dan agraris. Selain itu, disebut sebagai Kerajaan Nusantara. Wilayah Kerajaan Majapahit meliputi Nusantara ditambah Tumasik (Singapura) dan Semenanjung Melayu. Kehancuran Kerajaan Majapahit disebabkan oleh adanya perang Paregreg (perang saudara).

Peninggalan sejarah Majapahit berupa karya sastra dan candi:

– Karya sastra Peninggalan sejarah Majapahit

  • Kitab Negarakertagama (Mpu Prapanca)
  • Kitab Arjunawiwaha (Mpu Kanwa)
  • Kitab Sutasoma (Mpu Tantular)

– Candi Peninggalan sejarah Majapahit

  • Candi Panataran (Blitar),
  • Candi Sumberjati
  • Candi Sawentar
  • Candi Tikus di Trowulan
  • Candi Jabung
  • Candi Tigawangi
  • Candi Surawana (Kediri).

6. Kerajaan pajajaran

Kerajaan Pajajaran berdiri pada tahun 1333 Masehi. Pertama kalinya, kerajaan ini terletak di daerah Pakuan Bogor kemudian dipindahkan ke daerah Kawali Ciamis. Raja yang berkuasa dan berpengaruh, antara lain Sri Jaya Bhupati. Pusat pemerintahannya di Kawali (Ciamis). Sri Baduga Maharaja dikenal dengan sebutan Ratu Naji Pemerintahannya di Pakuan Pajajaran, dipindahkan ke Bogor. Selanjutnya, Sri Ratu Jaya Dewata atau Prabu Siliwangi (tahun 1482 M – 1521 M).

Peninggalan sejarah Kerajaan Pajajaran:

  • Prasasti Rakyan Juru Panghambat (923 M)
  • Prasasti Horren,
  • Prasasti Citati Cibadak (1030 M),
  • Prasasti Astana Gede,
  • Prasasti Batutulis Bogor (1333 M)

Demikian Kerajaan-Kerajaan Hindu di Indonesia dan Peninggalan Sejarahnya Lengkap semoga dapat membantu kamu. Terimakasih dan jangan lupa bagikan ilmu kalian kepada yang membutuhkan. Salam sejarah.

Check Also

Jenis Sayuran Dari Indonesia Ini Ternyata Sudah Hampir Punah

Kalau dilihat-lihat Indonesia ini memang kaya akan hasil alamnya ya guys. Kalau kita bicara soal …