Breaking News
Home / Pengetahuan / Makhluk Mitos Yang Ada Di Korea

Makhluk Mitos Yang Ada Di Korea

Halloween merupakan perayaan untuk menakut-nakuti anak-anak ataupun orang dewasa dan ini biasanya dirayakan pada budaya Barat. Sedangkan di Korea tidak ada perayaan seperti itu yang ada hanyalah mengenai mitos tentang Hantu dan Goblin.

Di Korea cerita hantu selalu dikaitkan dengan musim panas. Kecenderungan ini sudah dimulai sejak tahun 1998.Alasan di balik film horor populer di musim panas adalah untuk membuat suasana menjadi lembah dari terik musim panas  di Korea. Menurut seorang kritikus film Yu Gina, film horor dan cerita-cerita yang menakutkan terbaik dinikmati pada saat musim panas dimana suhu tubuh menurun. Suhu tubuh yang rendah jika dikombinasikan dengan sesuatu yang horor akan menghasilkan suasana yang lebih wow…

Mitologi Korea supranatural berasal dari kata seolhwa yang berarti ‘cerita’. Seolhwa dapat dibagi menjadi tiga kategori yang berlainan yaitu shinhwa yang berarti mitos, cheonseol yang berarti legenda dan mindam yang berarti cerita rakyat. Sebagian besar dari cerita hantu dan makhluk mengerikan jatuh ke dalam kategori shinhwa dan mindam dengan ‘shin’  yang secara harfiah mengacu pada roh hantu dan monster. Nah, dibawah ini adalah beberapa makhuk legenda dari Korea yang diyakini masih ada sampai sekarang.

Gwishin

Gwishin adalah hantu atau Roh yang masih tetap hidup pada kehidupan di dunia. Alasan mengapa gwishin masih ada di Dunia adalah karena mereka harus menyelesaikan tugas mereka di dunia dan setelah tugas mereka selesai mereka baru akan pindah ke alam baka. Ada beberapa variasi dari gwishin di Korea yang paling populer adalah yang sering terlihat di film dan drama.

Cheonyeo Gwishin

Cheonyeo Gwishin berarti hantu gadis perawan. Mereka biasanya terlihat mengenakan hanbok putih [pakaian tradisional ala Korea] dan ini biasanya ini dipakaikan saat mereka meninggal. Mereka juga ditandai dengan rambut panjang yang hitam, semua ini harus dipakaikan agar menandakan bahwa mereka masih perawan.

Konfusianisme dari tradisi Korea ini adalah semasa hidupnya jika dia masih seorang perawan dia harus menjaga ayah, suami dan anak-anaknya. Jika dia meninggal sebelum mampu memenuhi tujuan ini ia akan dikutuk untuk berjalan di bumi selama-lamanya.

Oleh karena itu, kebanyakan cheonyeo gwishin memiliki rasa marah dan sering menghantui desa dan keluarga mereka karena menyebabkan kesulitan bagi mereka. Desa-desa di masa lalu selalu menjadi tuan rumah dari kemarahan cheonyeo gwishin dan kemudian para penduduk akan membuat patung-patung untuk menenangkan mereka. Haesindang Park di Samcheok adalah contoh yang memiliki Cheonyeo Gwishin.

Metode lain untuk menenangkan kemarahan dari cheonyeo gwishin mencarikan pasangan untuk mereka. Chonggak Gwishin laki-laki sama dengan cheonyeo gwishin , hantu laki-laki yang meninggal sebelum menikah juga harus dicarikan pasangan agar mereka bisa hidup damai. Para dukun akan membuat ritual kuno untuk menyatukan kedua pasangan hantu dan memungkinkan mereka untuk menjadi bahagia dengan menikah di akhirat dan mampu bergerak dari dunia fana.

Mul Gwishin

Mul Gwishin adalah  hantu air. Paling sering terlihat di dekat Danau, lautan dan bahkan bathtub[hati-hatilah sapa tau dia ada di….], mereka sering ditandai dengan pakaian yang selalu basah dan lengannya. Ini dikarenakan kematian mereka pada masa lalu yang disebabkan karena tenggelam .

Biasanya Mul gwishin tidak menampakkan diri mereka seutuhnya , mereka hanya menampakkan kepala dan lengan pada air. Mul Gwishin juga telah dikenal sebagai perenang kematian karena mereka akan menggunakan lengan panjangnya untuk menyeret korbannya kedalam air hingga tewas.

Dalgyal Gwishin

Dalgyal gwishin atau hantu telur adalah hantu yang hidup di pegunungan. Hantu jenis ini memiliki fitur yang sangat unik jika dibandingkan dengan gwishin lainnya karena hantu ini tidak memiliki wajah. Dalgyal gwishen tidak memilki mata, hidung atau mulut bahkan ada juga yang tidak memiliki lengan dan kaki.

Hantu jenis ini dikenal sebagai yang paling menakutkan dan mematikan dalam cerita rakyat Korea karena hanya dengan melihat salah satu Roh-roh ini dapat mengakibatkan kematian instan. Dalgyal gwishin telah diketahui sering menghantui pejalan kaki yang bepergian di pegunungan .

Joseung Saja

Joseung Saja setara dengan Korea Grim Reaper yang muncul untuk mengambil jiwa orang-orang yang akan meninggal. Joseung Saja akan muncul pada tempat yang memiliki kematian berat, di sekitar pemakaman, rumah sakit dan di tempat  kecelakaan. Ia selalu mengenakan jubah dan topi hitam tradisional yang biasa disebut gat, Joseung Saja muncul seperti manusia tetapi kulit mereka pucat dan mata mereka cekung.

Joseung Saja bekerja di bawah komando raja Yeomna yaitu raja neraka. Tugas mereka adalah untuk memandu jiwa yang baru meninggal di sepanjang jalan Hwangcheon yaitu jalan yang menuju ke alam baka. Banyak yang telah mengatakan bahwa memimpikan Joseung Saja merupakan pertanda buruk. Jika mereka berada dalam mimpi kita itu berarti bahwa kematian  sudah dekat dan kita hanya menunggu sampai mereka datang.

Gumiho

Akhirnya kita sampai pada gumiho,makhluk ini memiliki ekor rubah yang berjumlah sembilan dan memiliki wujud seorang wanita cantik. Meskipun penampilan mereka seperti manusia akan tetapai Gumiho juga dapat telihat seperti memiliki hidung yang runcing.

Pada awal cerita telah digambarkan gumihos sebagai jenis yang naif, ada juga yang menggambarkan mereka sebagai makhluk setan yang kelaparan dan ingin memakan hati manusia. Gumihos sering menggunakan bentuk manusia yang indah untuk merayu laki-laki dan kemudian membunuh mereka untuk mengambil hati mereka. Gumihos juga dapat dilihat di pemakaman sambil menggali kuburan untuk berburu hati.

Ternyata hantu di Korea gak kalah dari hantu Indonesia,cerita tentang mitos mereka cukup menyeramkan dan bikin merinding, benar gak menurut kalian?

 

Check Also

Jenis Sayuran Dari Indonesia Ini Ternyata Sudah Hampir Punah

Kalau dilihat-lihat Indonesia ini memang kaya akan hasil alamnya ya guys. Kalau kita bicara soal …